Selasa, 22 Maret 2011

“STRATEGI DISTRIBUSI DAN STRATEGI PROMOSI”.

KATA PENGANTAR


Puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “STRATEGI DISTRIBUSI DAN STRATEGI PROMOSI”. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihak maka makalah ini tidak dapat terwujud, untuk itu dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing.
Penulis hanya manusia biasa, makalah ini pasti dapat kekurangan dan jauh dari kesempurnaan, oleh kerena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari teman-teman yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini memberi manfaat khususnya bagi aktivitas pendidikan dan umumnya bagi para pembaca. Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih.

Pasir Pengaraian, Juni 2010


Penulis


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................... i
DAFTAR ISI ............................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................... 1
A. Latar Belakang........................................................................ 1
B. Rumusan Masalah Strategi........................................................ 2
C. Tujuan Strategi .......................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ......................................................................... 3
A. Memilih Tingkatan Cakupan ...................................................... 3
B. . Memilih Alat Transportasi Yang Digunakan Untuk Mendistribusikan Produk 4
C. Cara Mempercepat Proses Distribusi 4
D. Saluran Integrasi Vertikal 5
E. Menentukan Bauran Promosi Yang Optimal ..................................... 6
BAB III PENUTUP ........................................................................................ 7
A. Kesimpulan ..................................................................................... 7
B. Saran .............................................................................................. 7

DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Saluran distribusi menggambarkan jalur barang dari produsen sampai ke pelanggan. Saluran tersebut biasanya melibatkan juga perantara pemasaran, atau perusahaan yang ikut serta dalam proses pemindahan barang sampai ke tangan konsumen. Keputusan perusahaan yang berkaitan dengan distribusi dapat berpengaruh terhadap kinerjanya karena mempengaruhi cakupan produk atas pelanggan. Keputusan distribusi dapat juga mempengaruhi kinerja perusahaan karena mempengaruhi ongkos kirim produk dari asal barang tersebut diproduksi ke tangan pelanggan.
Pedagang grosir berperan sebagai perantara dengan membeli produk dari produsen dan menjualnya kepada pengecer. Mereka sangat bermanfaat baik untuk produsen maupun untuk pengecer, seperti yang diterangkan dalam teks ini. Cara pedagang grosir melayani pengecer, pedagang grosir menawarkan lima jasa kunci kepada pengecer : Pergudangan, Promosi, Display, Kredit, dan Informasi
Meskipun sebuah produk telah diproduksi, diberi harga dan didistribusikan dengan tepat, namun masih harus dipromosikan. Umumnya, perusahaan menggunakan promosi sebagai tambahan atas strategi pemasaran yang lain (strategi produk, penentuan harga, dan distribusi), yang diuraikan pada dua bab sebelumnya. Misalnya strategi sebuah pabrik mobil yang memperbaiki kualitas produk ditambah dengan promosi yang menginformasikan kepada konsumen tentang strateginya. Strategi sebuah perusahaan penerbangan untuk menurunkan harganya biasanya ditambah dengan promosi yang menginformasikan konsumen tentang strategi penentuan harganya. Suatu kualitas produk yang diberi harga pantas tidak akan dapat terjual kecuali jika dipromosikan sehingga konsumen mengetahuinya.

B. Rumusan Masalah Strategi
Keputusan perusahaan tentang distribusi menentukan bagaimana cara produk yang dibuatnya dapat dijangkau oleh pelanggannya. Perusahaan harus mengembangkan strategi untuk memastikan bahwa produk yang didistribusikan kepada para pelanggan berada pada tempat yang tepat. Black and Decker mendistribusikan peralatan listriknya pada berbagai macam took pengecer di mana pelanggan pergi untuk membeli peralatan listrik.
Saluran langsung, ketika produsen melakukan transaksi langsung dengan pelanggan, perantara pemasaran diikutsertakan, situasi ini disebut sebagai seluran langsung. Sebagai contoh dari saluran langsung adalah perusahaan seperti Land’s End yang memproduksi pakaian dan menjualnya langsung kepada pelanggan. Perusahaan juga mempunyai situs yang memberikan fasilitas kepada konsumen untuk memesan secara online.
Keuntungan saluran langsung adalah perbedan yang jelas antara biaya produksi dan harga yang dibayar oleh pelanggan kepada produsen. Perusahaan juga mempunyai kontrol penuh atas harga yang dikenakan kepada konsumen. Sebaliknya ketika mereka menjual produknya pada perantara pemasaran, mereka tidak dapat mengontrol harga yang dikenakan pada konsumen.

C. Tujuan Strategi
Saluran Dua Tingkat, beberapa produk melewati distribusi saluran dua tingkat di mana dua perantara pemasaran berada di antara produsen dan konsumen. Anheuser-Busch biasanya menggunakan saluran dua tingkat untuk mendistribusikan Budweiser dan merek bir lainnya. Mereka bergantung pada sembilan ratus pedagan grosir untuk mendistribusikan mereka ke toko pengecer seperti toko bahan makanan dan toko konsumen.
Keuntungan bagi produsen kecil. Bisnis kecil yang memproduksi satu atau beberapa produk yang biasanya menggunakan distribusi saluran dua tingkat. Karena binis seperti ini tidak terkenal, mereka mungkin tidak menerima pesanan dari toko pengecer. Oleh karena itu, mereka bergantung pada agen untuk menjual produksinya ke toko pengecer.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Memilih Tingkatan Cakupan
Setiap perusahaan yang menggunakan perantara pemasaran harus menentukan rencana atas cakupan pasar, atau tingkatan atas distribusi produk di antara toko pengecer. Perusahaan memcoba memilih tingkat cakupan pasar kemudian mereka dapat melayani pelanggan dengan kemudahan akses pada produk mereka, tetapi mereka masih perlu memastikan bahwa toko pengecer mereka sanggup menjual produk mereka, tetapi mereka masih perlu memastikan bahwa toko pengecer mereka sanggup menjual produk mereka. Cakupan pasar dapat diklasifikasikan sebagai distribusi intensif, distribusi selektif, atau distribusi eksklusif.
Distribusi intensif, untuk mencapai tingkatan cakupan pasar untuk semua tipe konsumen, distribusi intensif digunakan untuk mendistribusikan produk ke hampir semua toko yang mungkin. Perusahaan yang menggunakan distribusikan intensif dipergunakan untuk produk-produk seperti permen karet dan rokok dimana tidak memakan banyak tempat pada tempat penjualan dan tidak memerlukan keahlian pegawai toko untuk menjualnya.
Distribusi selektif dipergunakan untuk mendistribusikan produk melalui toko yang dipilih. Beberapa toko dengan sengaja menghindarinya. Sebagai contoh, beberapa peralatan computer yang khusus hanya menjual pada toko yang menjual komputer, yang memerlukan beberapa keahlian.
Dengan distribusikan eksklusif hanya satu atau beberapa toko yang dipergunakan. Ditribusikan ini sangat berbeda distribusikan selektif. Sebagai contoh, beberapa barang mewah didistribusikan secara khusus pada beberapa toko yang melayani konsumen kelas atas. Dengan membatasi distribusi, perusahaan dapat membuat atau memelihara prestise produk tersebut. Seperti merek Nike dijual secara eksklusif pada toko pengecer Foot Locker. Beberapa produk yang mempunyai distribusi eksklusif memerlukan pelayanan yang khusus. Perusahaan yang membuat perhiasan mewah mungkin lebih memilih mendistribusikannya secara eksklusif toko perhiasan tertentu pada daerah tertentu di mana pegawai toko tersebut menerima pelatihan yang khusus.

B. Memilih Alat Transportasi Yang Digunakan Untuk Mendistribusikan Produk
Setiap distribusi produk dari produsen ke pedagang grosir atau dari pedagang grosir ke pengecer memerlukan transportasi. Biaya transportasi beberapa produk dapat melebihi biaya produksinya. Bentuk transportasi yang tidak efisien dapat menghasilkan biaya yang lebih tinggi dan keuntungan yang lebih rendah bagi perusahaan. Untuk setiap bentuk transportasi, perusahaan harus memperkirakan waktu biaya dan kemampuannya.
Keputusan tambahan transportasi, pemilihan bentuk transportasi yang baik hanya langkah awal dalam pengembangan sistem transportasi produk yang pantas pada kenyataannya, tidak ada formula yang ada menentukan system distribusi yang ideal. Kebanyakan perusahaan mencoba untuk memperkirakan seluruh biaya yang berkaitan dengan setiap kemungkinan dari pengiriman produk yang dipesan. Perusahaan membandingkan jumlah biaya yang diperkirakan untuk setiap metode dan memilih satu yang paling efisien.

C. Cara Mempercepat Proses Distribusi
Struktur dan system distribusi perusahaan mempengaruhi kinerjanya. Proses yang paling mempunyai dampak yang merugikan. Pertama, produk akan lebih lama sampai ke tangan pelanggan, di mana dapat menyebabkan pesaing menyediakan produk ke pasar lebih cepat. Keadaan ini dapat mengakibatkan toko pengecer atau pelanggan memesa produk dari perusahaan lainnya. Mempersingkat saluran distribusi, menata ulang proses ditribusi biasanya membawa hasil pengurangan dari gudang. Untuk produk yang ringan (seperti microhip) dan dapat dengan mudah untuk dikirim.
D. Saluran Integrasi Vertikal
Beberapa peusahaan menggunakann saluran integrasi vertical, di mana sebuah perusahaan mengelola dua tingkatan distribusi atau lebih. Strategi ini dapat digunakan oleh produsen atau pengecer, seperti yang diterangkan pada teks selanjutnya. Saluran integrasi vertical oleh produsen, cara produsen untuk mengintegrasikan operasional mereka secara vertical dengan mendirikan toko-toko pengecer.
Bauran promosi adalah kombinasi metode promosi yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan penerimaan produk-produknya. Empat metode promosi adalah :
- Periklanan
- Penjualan personal
- Promosi penjualan
- Hubungan masyarakat
Beberapa perusahaan menggunakan satu dari metode-metode promosi ini untuk mempromosikan produk-produk mereka, sementara perusahaan-perusahaan lain menggunakan dua metode atau lebih. Bauran promosi yang optimal untuk mempromosikan suatu produk, tergantung pada karakteristik dari target pasar. Masing-masing dari keempat metode ini akan dibaha dengan rinci kemudian. Perikalan adalah penyajian penjualan non personal yang ddikomunikasikan melalui bentuk media atau umum untuk mempengaruhi sejumlah bersa konsumen.
Alasan-alasan periklanan, perikalanan umumnya dimaksudkan untuk menumbuhkan kesan (image) dari merek institusi, atau industri tertentu. Alasan yang paling umum adalah untuk meningkatkan image dari produk tertentu. Periklanan merek adalah penyajian penjualan non personal tentang produk tertentu. Berapa merek diiklankan untuk menginformasikan kepada konsumen tentang perubahan produk.



E. Menentukan Bauran Promosi Yang Optimal
Target pasar disebuah perusahaan dibentuk oleh berbagai variasi konsumen diseluruh wilayah tertentu, yang mungkin menggunakan iklan untuk mempromosikan produknya. Jika perusahaan memproduksi peralatan pembedahan untuk sebuah target pasar dokter bedah di rumah sakit, maka perusahaan itu harus mempertimbangkan beberapa iklan unutk memperkenalkan peralatan tersebut, bersamaan dengan penjualan personal unruk menjelaskan bagaimana peralatan tersebut digunakan. Jika target pasar dibentuk oleh konsumen dengan anggaran terbatas (seperti para pensiunan), perusahaan dapat menggunakan metode promosi penjualan seperti atau rabat.
Anggaran promosi adalah sejumlah dana yang telah disisihkan untuk membayar semua metode promosi dalam periode tertentu. Perusahaan juga dapat menciptakan anggaran promosi untuk setiap produk yang dibuatnya. Anggarannya akan besar jika perusahaan yakin bahwa promosi akan memberikan dampak yang besar pada penjualan atau bila perlu untuk mencegah penurunan yang besar dalam penjualan. Jika anggaran promosi untuk produk tertentu kecil, maka iklan di televisi atau di majalah yang distribusinya luas tidak akan mungkin dilakukan. Perusahaan harus mengandalkan iklan yang tidak mahal (seperti surat kabar local) dan metode promosi penjualan yang tidak mahal (seperti display). Mungkin tidak satu pun jenis promosi akan menjadi efektif.


BAB III
PENUTUP

C. Kesimpulan
Jika sasaran strategi promosi tidak dicapai, perusahaan boleh merevisi strateginya. Kadang rencana pemasaran gagal karena sasaran terlalu optimistic. Pada situasi ini, perusahaan harus merevisi sasarannya daripada stretginya. Perusahaan juga harus menyadari perubahan pada kondisi lain dapat mempengaruhi pendapatan. Misalnya kondisi perekonomian yang buruk akan menyebabkan pendapatan perusahaan tidak akan mencapai sasaran meskipun strategi promosi telah dilakukan dengan efektif.
Meskipun biaya yang dijaukan untuk promosi diperkirakan dengan sangat tepat namun manfaat promosi sangat tidak pasti. Setelah perusahaan mempromosikan produknya, mereka dapat menentukan apakah strategi promosi yang dilakukan dapat berhasil. Jika pada saat promosi mereka mengembangkan sasaran yang dapat diukur, maka mereka dapat menilai apakah tujuannya dapat dicapai. Misalnya, berkenaan dengan rencana pemasaran yang dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan 10 persen pada tahun mendatang.

D. Saran
Memilih tipe optimal dari cakupan pasar, penelitian pasar dapat menentukan tipe optimal atas cakupan dengan mengidentifikasikan di mana pelanggan berbelanja produk atau jasa. Sebagai contoh, penelitian pasar dapat menentukan apakah perusahaan harus mendistribusikan melalui toko bahan makanan. Penelitian pasar menunjukkan bahwa toko pengecer Foot Locker menarik perhatian remaja yang sanggup membelanjakan $80 atau lebih untuk sepatu olahraga. Nike mendistribusikan sepatunya kepada Foot Locker karena target pasarnya adalah remaja.


DAFTAR PUSTAKA

http://www.mapquest

http://www.walmart.com/estore/pages/pg_g1.jsp

http://autions.amazon.com

Tidak ada komentar: